16 Juli 2025

Risiko Cuaca Ekstrem pada Operasi Crane

Cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan deras, atau petir sangat mempengaruhi stabilitas crane. Permenaker No. 8 Tahun 2020 Pasal 20 menyebutkan bahwa setiap pengoperasian alat angkat harus memperhatikan kondisi lingkungan kerja termasuk cuaca agar keselamatan kerja terjaga.
➡️ Artinya, operator wajib menghentikan operasi jika cuaca tidak memenuhi syarat keselamatan.

Batas Aman Operasi Saat Angin Kencang

Pada cuaca berangin, beban crane dapat berayun dan mengganggu keseimbangan. Menurut pedoman teknis di Permenaker tersebut, operator harus:

  • Mengecek kecepatan angin melalui anemometer.
  • Menghentikan operasi jika kecepatan angin melebihi batas yang ditentukan oleh pabrikan crane.

Prosedur Operator Saat Hujan atau Petir

Hujan lebat dan petir meningkatkan risiko korsleting atau tergelincirnya alat angkat. Operator wajib:

  • Menghentikan operasi segera ketika petir terdeteksi.
  • Memastikan boom diturunkan dan beban dilepaskan dengan aman.
  • Melakukan inspeksi ulang sebelum memulai kembali operasi setelah cuaca membaik.

Tips Tambahan untuk Cuaca Panas Ekstrem

Selain hujan dan angin, panas ekstrem juga harus diantisipasi:

  • Pastikan pelumas dan oli pada sistem hidrolik dalam kondisi baik.
  • Operator perlu beristirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang dapat memicu kecelakaan.

Baca juga : Sewa Crane Bekasi Tambun

Kesimpulan

Operator crane menghadapi cuaca ekstrem dengan patuh pada aturan keselamatan, memantau kondisi lingkungan kerja, serta menghentikan operasi saat cuaca tidak aman. Hal ini sejalan dengan Permenaker No. 8 Tahun 2020 yang berlaku di Indonesia.

Sewa Crane Aman dan Terpercaya

Jika Anda memerlukan crane yang sudah terawat dengan baik dan operator berpengalaman:
🌐 Kunjungi: sacotindo.com
📞 Hubungi: +62 813‑1700‑0098